Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ <p>Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan, Agama dan Sains adalah Jurnal yang di kelola oleh Sekolah TInggi Ilmu Tarbiah Al Bukhary Labuhanbatu menawarkan forum interdisipliner untuk publikasi artikel penelitian asli yang ditinjau oleh rekan sejawat, berkontribusi, dan diundang dengan kualitas terbaik yang membahas berbagai topik pendidikan sains dengan implikasi untuk meningkatkan dan meningkatkan praktik pendidikan sains dan teori. Topiknya melibatkan biologi, kimia, fisika, serta beberapa aplikasi pedagogi dan pengembangan guru. Jurnal ini menyediakan beragam makalah penelitian yang menyegarkan dan informatif yang memperluas dan memperdalam pemahaman teoretis kita. Ini juga memberikan implikasi berbasis praktik dan kebijakan dalam konteks pendidikan sains yang relevan</p> Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu en-US Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains 2599-2945 <p><a href="https://www.stita.ac.id/" rel="cc:attributionURL">Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu</a> by <a href="https://ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/index" rel="cc:attributionURL dct:creator">Tarbiyah bil Qalam</a> is licensed under <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/?ref=chooser-v1" target="_blank" rel="license noopener noreferrer">Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International</a></p> <p><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/?ref=chooser-v1" target="_blank" rel="license noopener noreferrer"><img src="https://mirrors.creativecommons.org/presskit/icons/cc.svg?ref=chooser-v1" alt="" width="39" height="39" /><img src="https://mirrors.creativecommons.org/presskit/icons/by.svg?ref=chooser-v1" alt="" /><img src="https://mirrors.creativecommons.org/presskit/icons/nc.svg?ref=chooser-v1" alt="" /><img src="https://mirrors.creativecommons.org/presskit/icons/sa.svg?ref=chooser-v1" alt="" /></a></p> Analysis Of The Effectiveness Of Using Instructional Videos In The Classroom At Mts Salafiyyah Syafi'iyyah Tebuireng https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/460 <p><em>This study investigates the effectiveness of using educational videos in classroom instruction at MTs Salafiyyah Syafi’iyyah Tebuireng, a school that integrates both general and religious education. The research is motivated by ongoing challenges in students’ learning, which are often linked to ineffective teaching strategies, limited learning resources, and low levels of student motivation. Educational videos are considered a promising instructional medium because they combine visual and auditory elements, making complex concepts easier to understand and increasing student engagement. This study examines how the use of such videos impacts student participation, comprehension, and overall classroom dynamics, while also fostering a more interactive and stimulating learning environment. Furthermore, the research explores several critical factors that influence the effectiveness of video-based instruction, including the relevance of the content, the quality of the media, the teacher’s ability to facilitate learning, and the school’s readiness to implement technology. As a pesantren-based institution, MTs Salafiyyah Syafi’iyyah faces both unique challenges and opportunities in integrating modern educational technologies. The findings of this study aim to provide practical insights into how video-supported learning can enhance teaching quality and improve educational outcomes for students in this distinctive learning context.</em></p> Bagas Setiawan Sulton Hasanatun Nadia Rofiatul Hosna Copyright (c) 2026 Bagas Setiawan, Sulton, Hasanatun Nadia, Rofiatul Hosna https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-30 2026-01-30 10 1 Analisis Pemikiran Abuddin Nata: Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pembelajaran PAI https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/457 <p><em>The phenomenon of Islamic education development in Indonesia presents challenges in curriculum quality, teaching methods, and educator professionalism. This study aims to analyze Abuddin Nata’s ideas to address these weaknesses for improving the quality of Islamic Religious Education (PAI). This juridical-normative research employs a descriptive qualitative method. The population includes Abuddin Nata’s works and relevant literature from 2021-2025, with purposive sampling. Data were collected through documentation and analyzed via triangulation. Findings reveal weaknesses in teacher professionalism, conventional teaching methods, and infrastructure disparities. Quantum teaching emerges as an innovative method that enhances student motivation and creativity. The study concludes that Nata’s thought offers an integrated solution involving management improvements, integration of religious and general knowledge, and strengthening educator competencies to improve the quality of Islamic Religious Education in Indonesia.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Laila Rahmi Hasanah Asiana M. Albab Mananna Mardiah Astuti Hartatiana Copyright (c) 2026 Laila Rahmi Hasanah, Asiana, M. Albab Mananna, Mardiah Astuti, Hartatiana https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-09 2026-03-09 10 1 Analisis Implementasi Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Kurikulum Merdeka Di SDN 1 Dasan Borok https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/410 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui&nbsp; pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dan faktor pendukung serta penghambat saat implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) pada kurikulum&nbsp; merdeka di SDN 1 Dasan Borok. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dari penelitian yaitu kepala sekolah, guru kelas VI, 2 siswa kelas VI. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi atau pengecekan data dari berbagai sumber. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila di SDN 1 Dasan Borok telah dilaksanakan dengan mengangkat tema kearifan lokal topik sumpeng ambon, namun belum berjalan optimal. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelatihan. Pelaksanaan didukung oleh peran kepala sekolah dan ketersediaan bahan sederhana, tetapi terkendala oleh keterbatasan waktu dan sarana.</p> Gita Septiana Dewi Muhammad Sururuddin Mijhamuddin Alwi Dina Fadilah Copyright (c) 2026 Gita Septiana Dewi, Muhammad Sururuddin, Mijhamuddin Alwi, Dina Fadilah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-17 2026-03-17 10 1 Menjawab Dilema Kurikulum Merdeka: Diferensiasi Pembelajaran Dan Motivasi Belajar IPS https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/492 <p>Penelitian ini mengkaji penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis gaya belajar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Semarang, Indonesia, untuk menjembatani kesenjangan antara teori ideal dan realitas praktis di era Kurikulum Merdeka yang menuntut pendidikan personal dan adaptif. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh tes diagnostik gaya belajar terhadap strategi diferensiasi guru serta mengungkap pengalaman siswa dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi intrinsik. Metode studi kasus kualitatif digunakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada satu guru IPS dan enam siswa, observasi partisipatif di kelas, serta analisis dokumen asesmen diagnostik. Temuan utama menunjukkan dilema praktis seperti keterbatasan waktu yang diatasi dengan solusi adaptif seperti sosiodrama dan video, serta peningkatan motivasi intrinsik siswa yang selaras dengan teori motivasi intrinsik. Penelitian ini memperkuat peran diferensiasi dalam pendidikan inklusif, mendukung heterogenitas siswa sesuai Kurikulum Merdeka. Implikasi praktis meliputi rekomendasi asesmen diagnostik sederhana dan variasi media bagi guru, mendorong diferensiasi sebagai proses adaptif. Meskipun terbatas pada satu kasus, triangulasi data memastikan validitas, berkontribusi pada praktik pendidikan Indonesia yang lebih responsif.</p> Fitria Salsabilla Ferani Mulianingsih Copyright (c) 2026 Fitria Salsabilla, Ferani Mulianingsih https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-09 2026-03-09 10 1 Analisis Evaluasi Buku bahan Ajar Bahasa Arab Kelas X Madrasah Aliyah Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/441 <p style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 10.0pt;">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahan ajar Bahasa Arab di Madrasah Aliyah. Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengetahui kualitas buku teks Bahasa Arab kelas X berdasarkan Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2014. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi, yang menuntut peserta didik aktif dalam proses pembelajaran. Buku teks Bahasa Arab dievaluasi dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengetahui kualitasnya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menekankan pada pemahaman mendalam terhadap kualitas suatu permasalahan, bukan pada hasil berupa angka, melainkan deskripsi sistematis mengenai fakta dan karakteristik objek serta subjek yang diteliti. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari aspek penyajian, buku teks ini sudah tersusun secara sistematis, koheren, konsisten, dan seimbang antar bab. Namun, dari aspek pendukung penyajian, buku ini belum memuat daftar referensi atau pendukung yang lengkap. Selain itu, keterhubungan antarkalimat masih tergolong rumit. Sementara itu, dari aspek kebahasaan, masih ditemukan beberapa kesalahan konseptual, terutama dalam penggunaan huruf <em>alif</em> dan <em>hamzah</em>.</span></p> Maslani Kiki Miftahul Hakiki Ikhsanul Fauzi Moch Ardia Putra Siti Wifa Uswatussolihah Copyright (c) 2026 Maslani, Kiki Miftahul Hakiki, Ikhsanul Fauzi, Moch Ardia Putra, Siti Wifa Uswatussolihah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-30 2026-01-30 10 1 Hubungan Intensitas Bullying Verbal Terhadap Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Siswa Kelas XII https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/475 <p><em>This study investigates the relationship between the intensity of verbal bullying and the internalization of Islamic Religious Education (PAI) values among twelfth-grade students at a private Islamic high school in Palembang. The quantitative correlational survey method was used with a population of 48 students and purposive sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires, observations, and documentation. Descriptive and inferential statistical analyses, including Pearson correlation, were performed using SPSS 25. Results reveal that both verbal bullying intensity and internalization of PAI values fall into a moderate category. The Pearson correlation coefficient indicated a weak negative relationship (r = -0.126) that was statistically insignificant (p = 0.392). The conclusion emphasizes that verbal bullying does not significantly affect the internalization of Islamic values, suggesting that other ecological factors more strongly influence value internalization. These findings recommend a holistic approach in developing students’ character and spirituality in school environments.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Laila Rahmi Hasanah Mona Alyaa Sausan Hartatiana Muhammad Win Afgani Copyright (c) 2026 Laila Rahmi Hasanah, Mona Alyaa Sausan, Hartatiana, Muhammad Win Afgani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-09 2026-03-09 10 1 The Role of Digital Literacy in Social Studies Subject Matter Indonesian Natural Diversity in Developing Critical Thinking Skills of Class VIII Students at SMP Negeri 9 Semarang https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/432 <p><em>This study aims to analyze digital literacy's role in developing 8th-grade critical thinking at SMP N 9 Semarang, focusing on Social Studies (IPS) subject, specifically on the Indonesian Natural Diversity material. A qualitative descriptive method was used, with data from teacher interviews, observations, and documentation analyzed using Piaget's constructivist theory. Results show digital literacy implementation is a planned pedagogical strategy. The issue-rich Indonesian Natural Diversity material triggered cognitive conflict. The teacher's role as a mediator in source evaluation was key to facilitating schema accommodation. It is concluded that digital literacy, supported by constructivist pedagogy, effectively transforms students from passive consumers into active critical knowledge constructors. Teachers are advised to design learning that consciously triggers students' cognitive conflict.</em></p> Fendi Alviansyach Sanita Carolina Sasea Copyright (c) 2026 Fendi Alviansyach https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-30 2026-01-30 10 1 Implementation of Religious Values of the IPNU IPPNU Organization in Kudus Village through Makesta Activities https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/461 <p>This research is motivated by the importance of strengthening Islamic and national values among students, especially amidst the challenges of the modern era that demand that the younger generation possess religious, moderate, and patriotic character. In this context, the Makesta IPNU-IPPNU activities in Kudus serve as a strategic medium for developing Nahdlatul Ulama student cadres who adhere to moderate Islamic values while upholding national values. The primary objective is to analyze how moderate Islamic values and a spirit of nationalism are integrated into the cadre development process of Nahdlatul Ulama students. The research approach used a qualitative method with field research, involving interview techniques, observation, and document collection. The results of the study indicate that Makesta activities play an effective role in instilling Islamic values such as tawasuth (middle attitude), tasamuh (tolerance), tawazun (balance), and i'tidal (justice), along with national values such as nationalism, the spirit of mutual cooperation, and social responsibility. These values are implemented through training activities, joint worship, and social actions that foster spirituality, discipline, and tolerance in participants. Theoretically, this study contributes to strengthening the study of community-based Islamic education by emphasizing the strategic function of IPNU-IPPNU in shaping a young generation with religious, nationalist, and moderate characters.</p> Marsa Inayatina Muhammad Miftah Salma Zahrun Nafis Ulya Yasmin Copyright (c) 2026 Marsa Inayatina, Muhammad Miftah , Salma Zahrun Nafis , Ulya Yasmin https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-27 2026-02-27 10 1 Mengurai Kendala Dan Solusi Evaluasi Pembelajaran PAI: Studi Kualitatif Atas Pengalaman Guru Madrasah Tsanawiyah https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/430 <p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala dan merumuskan solusi dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah. Idealnya, evaluasi PAI tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga ranah afektif dan spiritual peserta didik. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa penilaian masih berfokus pada capaian akademik, sementara aspek sikap dan nilai keagamaan kurang tergarap. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman guru PAI melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait sistem penilaian. Hasil penelitian menunjukkan kendala utama berupa keterbatasan instrumen penilaian spiritual, minimnya dukungan kelembagaan, serta tekanan administratif yang menyebabkan orientasi evaluasi lebih bersifat numerik. Meski demikian, mulai muncul kesadaran reflektif di kalangan guru untuk menjadikan evaluasi sebagai proses pembinaan nilai dan spiritualitas. Inovasi seperti jurnal refleksi, penilaian proyek sosial, dan portofolio nilai-nilai Islam menjadi upaya awal menuju evaluasi yang lebih autentik dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan evaluasi PAI sangat bergantung pada kesadaran spiritual guru dalam memaknai pendidikan sebagai proses tarbiyah, bukan sekadar pengukuran hasil belajar.</p> Maudy Suebatul Aslamiyah Mita Debby Dwi Oktavia Nadiah Dhuha Nafisah Salsabila Nur Nabilah Putri Copyright (c) 2026 Maudy Suebatul Aslamiyah, Mita Debby Dwi Oktavia, Nadiah Dhuha Nafisah, Salsabila Nur Nabilah Putri https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-30 2026-01-30 10 1 Implementation of Digital Innovation through Virtual Reality Technology in Improving Students' Understanding and Learning Experience in Islamic Religious Education Subjects https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/459 <p><em>&nbsp;</em></p> <p>Virtual Reality merupakan salah satu inovasi teknologi yang berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Teknologi ini memungkinkan pengalaman belajar yang lebih imersif, di mana siswa dapat memahami konsep keagamaan dengan lebih mendalam melalui simulasi interaktif. Penelitian ini membahas penerapan virtual reality dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dampaknya terhadap pemahaman siswa, serta tantangan dan Solusi dalam implementasinya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait penggunaan Virtual Reality dalam Pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan Virtual Reality dapat meningkatkan pemahaman konsep keagamaan siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkaya pengalaman belajar. Namun, tantangan seperti biaya tinggi, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya keterampilan guru dalam mengunakan Virtual Reality masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam penerapannya agar manfaat teknologi ini dapat dioptimalkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam</p> Rofiatul Hosna Devind Camelia Rossa Rahayu Ningsih Ahmad Wifaqi Shiddiqi Copyright (c) 2026 Rofiatul Hosna, Devind Camelia Rossa, Rahayu Ningsih, Ahmad Wifaqi Shiddiqi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-30 2026-01-30 10 1 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kerajinan Sampah Desa Campurejo https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/499 <p><span lang="IN" style="font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: EN-ID; mso-bidi-language: AR-SA;">Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan tingkat kemahiran teknis dan kesadaran masyarakat, khususnya di kalangan ibu-ibu dan pemuda, dalam mengubah limbah non-organik menjadi produk kerajinan berkualitas tinggi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif komprehensif, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara dengan peserta kunci (seperti fasilitator dan tokoh desa), dan analisis dokumentasi program. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program kerajinan sampah tidak hanya berhasil mengurangi jumlah sampah anorganik dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga secara signifikan meningkatkan perekonomian dan model sosial masyarakat</span></p> Maulida Dewi Nur Alifiah Ferani Mulianingsih Copyright (c) 2026 Maulida Dewi Nur Alifiah, Ferani Mulianingsih https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-27 2026-02-27 10 1 Peran Guru PAI Sebagai Mediator Nilai: Menghubungkan Teori Keagamaan Dengan Praktik Kehidupan Siswa Di Era Digital https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/454 <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk karakter<strong>, </strong>moral, dan etika peserta didik sesuai dengan tujuan Sisdiknas untuk melahirkan bangsa bermartabat. Namun, era digital menghadirkan tantangan besar karena paparan konten negatif di media sosial berpotensi menurunkan moral siswa dan menjauhkan mereka dari nilai-nilai PAI. Oleh sebab itu, guru PAI perlu beradaptasi sebagai mediator nilai yang menanamkan spiritualitas, berdialog dengan orang tua, memberi keteladanan (uswah), dan membangun pembiasaan positif. Strategi pembelajaran PAI harus holistik melalui empat pilar utama: <strong>pedagogi kontekstual</strong> (mengaitkan materi dengan isu digital melalui PBL dan CTL), <strong>aktivitas keterampilan</strong> (mewujudkan teori dalam praktik nyata melalui PjBL dan ibadah intensif), <strong>pemodelan dan pembiasaan</strong><strong>, serta pengukuran holistik</strong> yang menilai aspek afektif, psikomotorik, dan refleksi diri. Pendekatan ini diharapkan melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, bermoral, dan berintegritas spiritual..</p> Laily Divia Amlati Atika Robiatul Adawiyah Risqi Dwi Cahyati Rochmatus Saidah Copyright (c) 2026 Laily Divia Amlati, Atika Robiatul Adawiyah, Risqi Dwi Cahyati, Rochmatus Saidah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-27 2026-02-27 10 1 Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kiprah Ratu Sinuhun Menjaga Kehormatan Perempuan https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/476 <p><em>This study is motivated by the need to understand Islamic educational values within the Undang-Undang Simbur Cahaya authored by Ratu Sinuhun, particularly in safeguarding women’s dignity amid contemporary moral challenges. The research aims to describe and analyze these values as the foundation of Islamic character education. This library research employs a qualitative descriptive approach. The population consists of literature related to the Undang-Undang Simbur Cahaya and Ratu Sinuhun’s role, with purposive sampling. The main instrument is documentation and an analysis guideline, with data analyzed through content and descriptive analysis techniques. The findings confirm that the Undang-Undang Simbur Cahaya embodies values of faith, respect for human existence, responsible freedom, and social responsibility in preserving women’s dignity. The conclusion highlights that these values are highly relevant and suitable for integration into contemporary Islamic education to build a humane and contextual character.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Laila Rahmi Hasanah Ismarani Junia Putri Latifatuz Zahra Abu Mansur Nurlaila Copyright (c) 2026 Laila Rahmi Hasanah, Ismarani Junia Putri, Latifatuz Zahra, Abu Mansur, Nurlaila https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-09 2026-03-09 10 1 Relevansi Hadits tentang Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Modern https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/435 <p><em>Modern education faces major challenges in the form of globalization, technological developments, moral crises, and the secularization of the education system. In this context, the hadith of the Prophet Muhammad SAW regarding the obligation to seek knowledge remains a fundamental principle that is still relevant today. This study aims to examine the relevance of the hadith on the obligation to seek knowledge in the context of modern educational challenges marked by technological advances, moral crises, and the secularization of values. Using a library research method based on a qualitative approach, this study examines hadith texts and classical and contemporary Islamic literature. The results of the study show that the hadith of the Prophet Muhammad SAW on the obligation to seek knowledge has a universal meaning that is capable of responding to the challenges of modern education. Values such as sincerity, intellectual responsibility, and the integration of religious and general knowledge are the main principles that need to be revived amid the rapid flow of digitalization and pragmatism in modern education. The relevance of these hadiths is reflected in the need for the integration of religious and scientific knowledge, the formation of noble character, and the mastery of technology in the digital age. Thus, the hadiths on the obligation to seek knowledge provide a conceptual and practical solution to the challenges of modern education</em></p> Suyudi Nimas Wening Kurniannur Copyright (c) 2026 Suyudi, Nimas Wening Kurniannur https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-30 2026-01-30 10 1 Penerapan Metode Content and Language Integrated Learning (CLIL) dalam Pembelajaran untuk Mengatasi Hambatan Bahasa Indonesia di Saengsattha School, Thailand https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/469 <p><em>This study investigates the application of Content and Language Integrated Learning (CLIL) to overcome Indonesian language barriers at Saengsattha School in Southern Thailand, where multilingual students encounter academic vocabulary limitations and speaking anxiety. The objective is to evaluate CLIL's effectiveness in enhancing elementary students' language proficiency. Employing a quasi-experimental one-group pre-test post-test design, the population comprised Prathom 4-6 students, with a purposive sample of 45 (Prathom 4: 13, Prathom 5: 15, Prathom 6: 17). Written tests assessed basic vocabulary, pronouns, and simple sentences, analyzed through descriptive statistics (means, differences, percentages). Results indicate scores improved from 56.2 (pre-test) to 75.8 (post-test), a 34.9% increase. The conclusion affirms CLIL effectively supports contextual language mastery and reduces affective barriers in multilingual settings.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> M.Rafi Al-Khowarizmi Copyright (c) 2026 M.Rafi, Al-Khowarizmi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-17 2026-03-17 10 1 Integrasi Nilai Religius Dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah Menengah Pertama https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/422 <p>Pendidikan karakter memainkan peran penting dalam membentuk generasi muda di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi, di mana keragaman siswa menjadi hambatan utama. Artikel ini mengkaji upaya untuk meningkatkan keragaman siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam program pendidikan karakter di sekolah menengah pertama. Dasar penelitian ini didorong oleh urgensi untuk menumbuhkan moralitas, toleransi, dan harmoni sosial di antara siswa dari latar belakang budaya, agama, dan sosial yang beragam, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan global seperti pergeseran nilai-nilai dan dampak media digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian perpustakaan, yang meliputi pengumpulan data dari sumber primer seperti jurnal, artikel, dan dokumen resmi, serta sumber tambahan seperti buku dan laporan pendidikan. Langkah-langkah penelitian meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis konten, penyederhanaan data, penyajian data, dan kesimpulan, dengan penekanan pada penggabungan model pendidikan karakter terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi nilai-nilai agama (seperti kejujuran, toleransi, dan solidaritas) ke dalam kurikulum pendidikan karakter dapat secara efektif meningkatkan keragaman siswa. Pembahasan menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas pribadi tetapi juga mempromosikan harmoni sosial, meskipun hambatan seperti kurangnya integrasi kurikulum dan pengaruh eksternal perlu diatasi melalui langkah-langkah seperti pendidikan guru dan kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Rekomendasi mencakup implementasi nasional model ini untuk mendukung pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.</p> Fhirda Faiza Ikhasanul Fauzi Teguh Pamuji Sahrul Fadhil Opik Taupik Kurahman Copyright (c) 2026 Fhirda Faiza, Ikhasanul Fauzi, Teguh Pamuji, Sahrul Fadhil, Opik Taupik Kurahman https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-07 2026-01-07 10 1 Integrasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/431 <p><em>Artikel ini mengkaji secara mendalam integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia sebagai upaya strategis memperkuat karakter kebangsaan dan toleransi antarumat beragama. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan analisis dokumen kebijakan (policy document analysis) terhadap berbagai sumber seperti literatur akademik, modul pelatihan guru, dan pedoman resmi Kementerian Agama periode 2019–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai moderasi beragama akan efektif apabila dilakukan secara tematik, kontekstual, dan lintas mata pelajaran, sehingga membentuk pengalaman belajar yang holistik bagi peserta didik. Selain itu, efektivitas implementasi sangat bergantung pada kompetensi guru, terutama dalam hal pemahaman konsep moderasi, kemampuan pedagogis, serta penguasaan strategi pembelajaran berbasis nilai. Diperlukan pula pelatihan berkelanjutan dan sistem asesmen yang tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga dimensi afektif dan sosial peserta didik. Artikel ini menawarkan model konseptual integrasi kurikulum PAI berbasis moderasi beragama serta rekomendasi implementatif bagi pengembang kurikulum, pembuat kebijakan pendidikan, dan praktisi madrasah agar nilai-nilai moderasi dapat tertanam secara sistematis dalam proses pembelajaran.</em></p> Noufal Ramadhan Setiawan Dafid Andriyansyah Ahmad Nur Faizin Copyright (c) 2026 Noufal Ramadhan Setiawan, Dafid Andriyansyah, Ahmad Nur Faizin https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-12 2026-01-12 10 1 Analisis Peran Pesantren Dalam Membentuk Karakter Religius dan Sosial Santri di Era Digital https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/412 <p>Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius dan sosial santri. Di era digital, tantangan yang dihadapi pesantren semakin kompleks karena derasnya arus informasi, budaya global, serta perubahan gaya hidup generasi muda yang tidak terlepas dari penggunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesantren tetap konsisten menjaga nilai-nilai religiusitas sekaligus menanamkan karakter sosial di tengah perkembangan digital yang kian pesat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan memadukan kajian literatur dan data lapangan melalui wawancara serta observasi pada beberapa pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentengi santri dari dampak negatif teknologi melalui internalisasi nilai agama, penguatan disiplin, serta pembiasaan akhlak mulia. Selain itu, pesantren juga beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital, misalnya melalui kelas daring, kajian kitab via media sosial, hingga literasi digital untuk santri agar tetap selektif dalam menggunakan teknologi. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai agen sosial yang membentuk karakter santri agar religius, berakhlak mulia, dan mampu bersosialisasi secara positif di era digital.</p> Muhammad Assyauqi Zam-Zami Khoirotul Idawati Hanifudin Copyright (c) 2026 Muhammad Assyauqi Zam-Zami, Khoirotul Idawati, Hanifudin https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-12 2026-01-12 10 1