https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/issue/feed Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains 2026-01-07T00:00:00+07:00 LP2M STITA Labuhanbatu lp2mstitalabuhanbatu@gmail.com Open Journal Systems <p>Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan, Agama dan Sains adalah Jurnal yang di kelola oleh Sekolah TInggi Ilmu Tarbiah Al Bukhary Labuhanbatu menawarkan forum interdisipliner untuk publikasi artikel penelitian asli yang ditinjau oleh rekan sejawat, berkontribusi, dan diundang dengan kualitas terbaik yang membahas berbagai topik pendidikan sains dengan implikasi untuk meningkatkan dan meningkatkan praktik pendidikan sains dan teori. Topiknya melibatkan biologi, kimia, fisika, serta beberapa aplikasi pedagogi dan pengembangan guru. Jurnal ini menyediakan beragam makalah penelitian yang menyegarkan dan informatif yang memperluas dan memperdalam pemahaman teoretis kita. Ini juga memberikan implikasi berbasis praktik dan kebijakan dalam konteks pendidikan sains yang relevan</p> https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/430 Mengurai Kendala Dan Solusi Evaluasi Pembelajaran PAI: Studi Kualitatif Atas Pengalaman Guru Madrasah Tsanawiyah 2025-12-01T09:55:39+07:00 Maudy Suebatul Aslamiyah maudyaslamiyah@gmail.com Mita Debby Dwi Oktavia mitadebby08@gmail.com Nadiah Dhuha Nafisah nafisahnadiah55@gmail.com Salsabila Nur Nabilah Putri salsabilanurnp16@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala dan merumuskan solusi dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah. Idealnya, evaluasi PAI tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga ranah afektif dan spiritual peserta didik. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa penilaian masih berfokus pada capaian akademik, sementara aspek sikap dan nilai keagamaan kurang tergarap. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman guru PAI melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait sistem penilaian. Hasil penelitian menunjukkan kendala utama berupa keterbatasan instrumen penilaian spiritual, minimnya dukungan kelembagaan, serta tekanan administratif yang menyebabkan orientasi evaluasi lebih bersifat numerik. Meski demikian, mulai muncul kesadaran reflektif di kalangan guru untuk menjadikan evaluasi sebagai proses pembinaan nilai dan spiritualitas. Inovasi seperti jurnal refleksi, penilaian proyek sosial, dan portofolio nilai-nilai Islam menjadi upaya awal menuju evaluasi yang lebih autentik dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan evaluasi PAI sangat bergantung pada kesadaran spiritual guru dalam memaknai pendidikan sebagai proses tarbiyah, bukan sekadar pengukuran hasil belajar.</p> 2026-01-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Maudy Suebatul Aslamiyah, Mita Debby Dwi Oktavia, Nadiah Dhuha Nafisah, Salsabila Nur Nabilah Putri https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/459 Implementation of Digital Innovation through Virtual Reality Technology in Improving Students' Understanding and Learning Experience in Islamic Religious Education Subjects 2025-12-06T20:49:17+07:00 Rofiatul Hosna rofiatulhosna@gmail.com Devind Camelia Rossa devindcamelia@gmail.com Rahayu Ningsih rahayuriduan1@gmail.com Ahmad Wifaqi Shiddiqi ahmadwifaqi67@gmail.com <p><em>&nbsp;</em></p> <p>Virtual Reality merupakan salah satu inovasi teknologi yang berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Teknologi ini memungkinkan pengalaman belajar yang lebih imersif, di mana siswa dapat memahami konsep keagamaan dengan lebih mendalam melalui simulasi interaktif. Penelitian ini membahas penerapan virtual reality dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dampaknya terhadap pemahaman siswa, serta tantangan dan Solusi dalam implementasinya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait penggunaan Virtual Reality dalam Pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan Virtual Reality dapat meningkatkan pemahaman konsep keagamaan siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkaya pengalaman belajar. Namun, tantangan seperti biaya tinggi, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya keterampilan guru dalam mengunakan Virtual Reality masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam penerapannya agar manfaat teknologi ini dapat dioptimalkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam</p> 2026-01-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Rofiatul Hosna, Devind Camelia Rossa, Rahayu Ningsih, Ahmad Wifaqi Shiddiqi https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/435 Relevansi Hadits tentang Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Modern 2025-12-01T09:58:11+07:00 Suyudi suyudi57@uinsa.ac.id Nimas Wening Kurniannur nimnimning806@gmail.com <p><em>Modern education faces major challenges in the form of globalization, technological developments, moral crises, and the secularization of the education system. In this context, the hadith of the Prophet Muhammad SAW regarding the obligation to seek knowledge remains a fundamental principle that is still relevant today. This study aims to examine the relevance of the hadith on the obligation to seek knowledge in the context of modern educational challenges marked by technological advances, moral crises, and the secularization of values. Using a library research method based on a qualitative approach, this study examines hadith texts and classical and contemporary Islamic literature. The results of the study show that the hadith of the Prophet Muhammad SAW on the obligation to seek knowledge has a universal meaning that is capable of responding to the challenges of modern education. Values such as sincerity, intellectual responsibility, and the integration of religious and general knowledge are the main principles that need to be revived amid the rapid flow of digitalization and pragmatism in modern education. The relevance of these hadiths is reflected in the need for the integration of religious and scientific knowledge, the formation of noble character, and the mastery of technology in the digital age. Thus, the hadiths on the obligation to seek knowledge provide a conceptual and practical solution to the challenges of modern education</em></p> 2026-01-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Suyudi, Nimas Wening Kurniannur https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/460 Analysis Of The Effectiveness Of Using Instructional Videos In The Classroom At Mts Salafiyyah Syafi'iyyah Tebuireng 2025-12-06T20:50:00+07:00 Bagas Setiawan agasiyyah20@gmail.com Sulton agasiyyah20@gmail.com Hasanatun Nadia agasiyyah20@gmail.com Rofiatul Hosna agasiyyah20@gmail.com <p><em>This study investigates the effectiveness of using educational videos in classroom instruction at MTs Salafiyyah Syafi’iyyah Tebuireng, a school that integrates both general and religious education. The research is motivated by ongoing challenges in students’ learning, which are often linked to ineffective teaching strategies, limited learning resources, and low levels of student motivation. Educational videos are considered a promising instructional medium because they combine visual and auditory elements, making complex concepts easier to understand and increasing student engagement. This study examines how the use of such videos impacts student participation, comprehension, and overall classroom dynamics, while also fostering a more interactive and stimulating learning environment. Furthermore, the research explores several critical factors that influence the effectiveness of video-based instruction, including the relevance of the content, the quality of the media, the teacher’s ability to facilitate learning, and the school’s readiness to implement technology. As a pesantren-based institution, MTs Salafiyyah Syafi’iyyah faces both unique challenges and opportunities in integrating modern educational technologies. The findings of this study aim to provide practical insights into how video-supported learning can enhance teaching quality and improve educational outcomes for students in this distinctive learning context.</em></p> 2026-01-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Bagas Setiawan, Sulton, Hasanatun Nadia, Rofiatul Hosna https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/441 Analisis Evaluasi Buku bahan Ajar Bahasa Arab Kelas X Madrasah Aliyah Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 2025-12-01T22:43:42+07:00 Maslani maslani@uinsgd.ac.id Kiki Miftahul Hakiki 2249020091@student.uinsgd.ac.id Ikhsanul Fauzi ikhsanulfauzi26@gmail.com Moch Ardia Putra ardiaputra110@gmail.com Siti Wifa Uswatussolihah wifauswah1@gmail.com <p style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 10.0pt;">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahan ajar Bahasa Arab di Madrasah Aliyah. Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengetahui kualitas buku teks Bahasa Arab kelas X berdasarkan Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2014. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi, yang menuntut peserta didik aktif dalam proses pembelajaran. Buku teks Bahasa Arab dievaluasi dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengetahui kualitasnya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menekankan pada pemahaman mendalam terhadap kualitas suatu permasalahan, bukan pada hasil berupa angka, melainkan deskripsi sistematis mengenai fakta dan karakteristik objek serta subjek yang diteliti. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari aspek penyajian, buku teks ini sudah tersusun secara sistematis, koheren, konsisten, dan seimbang antar bab. Namun, dari aspek pendukung penyajian, buku ini belum memuat daftar referensi atau pendukung yang lengkap. Selain itu, keterhubungan antarkalimat masih tergolong rumit. Sementara itu, dari aspek kebahasaan, masih ditemukan beberapa kesalahan konseptual, terutama dalam penggunaan huruf <em>alif</em> dan <em>hamzah</em>.</span></p> 2026-01-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Maslani, Kiki Miftahul Hakiki, Ikhsanul Fauzi, Moch Ardia Putra, Siti Wifa Uswatussolihah https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/432 The Role of Digital Literacy in Social Studies Subject Matter Indonesian Natural Diversity in Developing Critical Thinking Skills of Class VIII Students at SMP Negeri 9 Semarang 2025-12-01T09:56:26+07:00 Fendi Alviansyach fendivi99@gmail.com Sanita Carolina Sasea sanitacarolina@mail.unnes.ac.id <p><em>This study aims to analyze digital literacy's role in developing 8th-grade critical thinking at SMP N 9 Semarang, focusing on Social Studies (IPS) subject, specifically on the Indonesian Natural Diversity material. A qualitative descriptive method was used, with data from teacher interviews, observations, and documentation analyzed using Piaget's constructivist theory. Results show digital literacy implementation is a planned pedagogical strategy. The issue-rich Indonesian Natural Diversity material triggered cognitive conflict. The teacher's role as a mediator in source evaluation was key to facilitating schema accommodation. It is concluded that digital literacy, supported by constructivist pedagogy, effectively transforms students from passive consumers into active critical knowledge constructors. Teachers are advised to design learning that consciously triggers students' cognitive conflict.</em></p> 2026-01-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Fendi Alviansyach https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/422 Integrasi Nilai Religius Dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah Menengah Pertama 2025-10-31T22:42:14+07:00 Fhirda Faiza fhirdafaiza03@gmail.com Ikhasanul Fauzi ikhsanulfauzi26@gmail.com Teguh Pamuji teguhpamujii22@gmail.com Sahrul Fadhil shrlfadhil@gmail.com Opik Taupik Kurahman opik@uinsgd.ac.id <p>Pendidikan karakter memainkan peran penting dalam membentuk generasi muda di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi, di mana keragaman siswa menjadi hambatan utama. Artikel ini mengkaji upaya untuk meningkatkan keragaman siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam program pendidikan karakter di sekolah menengah pertama. Dasar penelitian ini didorong oleh urgensi untuk menumbuhkan moralitas, toleransi, dan harmoni sosial di antara siswa dari latar belakang budaya, agama, dan sosial yang beragam, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan global seperti pergeseran nilai-nilai dan dampak media digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian perpustakaan, yang meliputi pengumpulan data dari sumber primer seperti jurnal, artikel, dan dokumen resmi, serta sumber tambahan seperti buku dan laporan pendidikan. Langkah-langkah penelitian meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis konten, penyederhanaan data, penyajian data, dan kesimpulan, dengan penekanan pada penggabungan model pendidikan karakter terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi nilai-nilai agama (seperti kejujuran, toleransi, dan solidaritas) ke dalam kurikulum pendidikan karakter dapat secara efektif meningkatkan keragaman siswa. Pembahasan menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas pribadi tetapi juga mempromosikan harmoni sosial, meskipun hambatan seperti kurangnya integrasi kurikulum dan pengaruh eksternal perlu diatasi melalui langkah-langkah seperti pendidikan guru dan kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Rekomendasi mencakup implementasi nasional model ini untuk mendukung pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.</p> 2026-01-07T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Fhirda Faiza, Ikhasanul Fauzi, Teguh Pamuji, Sahrul Fadhil, Opik Taupik Kurahman https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/431 Integrasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam 2025-12-01T09:56:02+07:00 Noufal Ramadhan Setiawan noufalramadhansetiawan@gmail.com Dafid Andriyansyah dafandriyansyah@gmail.com Ahmad Nur Faizin afaizin646@gmail.com <p><em>Artikel ini mengkaji secara mendalam integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia sebagai upaya strategis memperkuat karakter kebangsaan dan toleransi antarumat beragama. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan analisis dokumen kebijakan (policy document analysis) terhadap berbagai sumber seperti literatur akademik, modul pelatihan guru, dan pedoman resmi Kementerian Agama periode 2019–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai moderasi beragama akan efektif apabila dilakukan secara tematik, kontekstual, dan lintas mata pelajaran, sehingga membentuk pengalaman belajar yang holistik bagi peserta didik. Selain itu, efektivitas implementasi sangat bergantung pada kompetensi guru, terutama dalam hal pemahaman konsep moderasi, kemampuan pedagogis, serta penguasaan strategi pembelajaran berbasis nilai. Diperlukan pula pelatihan berkelanjutan dan sistem asesmen yang tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga dimensi afektif dan sosial peserta didik. Artikel ini menawarkan model konseptual integrasi kurikulum PAI berbasis moderasi beragama serta rekomendasi implementatif bagi pengembang kurikulum, pembuat kebijakan pendidikan, dan praktisi madrasah agar nilai-nilai moderasi dapat tertanam secara sistematis dalam proses pembelajaran.</em></p> 2026-01-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Noufal Ramadhan Setiawan, Dafid Andriyansyah, Ahmad Nur Faizin https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/412 Analisis Peran Pesantren Dalam Membentuk Karakter Religius dan Sosial Santri di Era Digital 2025-11-05T17:02:20+07:00 Muhammad Assyauqi Zam-Zami zmuhammadassyauqi@gmail.com Khoirotul Idawati khoirotul.idawati12@gmail.com Hanifudin hanifuddin.mahadun23@gmail.com <p>Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius dan sosial santri. Di era digital, tantangan yang dihadapi pesantren semakin kompleks karena derasnya arus informasi, budaya global, serta perubahan gaya hidup generasi muda yang tidak terlepas dari penggunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesantren tetap konsisten menjaga nilai-nilai religiusitas sekaligus menanamkan karakter sosial di tengah perkembangan digital yang kian pesat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan memadukan kajian literatur dan data lapangan melalui wawancara serta observasi pada beberapa pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentengi santri dari dampak negatif teknologi melalui internalisasi nilai agama, penguatan disiplin, serta pembiasaan akhlak mulia. Selain itu, pesantren juga beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital, misalnya melalui kelas daring, kajian kitab via media sosial, hingga literasi digital untuk santri agar tetap selektif dalam menggunakan teknologi. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai agen sosial yang membentuk karakter santri agar religius, berakhlak mulia, dan mampu bersosialisasi secara positif di era digital.</p> 2026-01-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Assyauqi Zam-Zami, Khoirotul Idawati, Hanifudin